Blog ini dibuat dengan segala keterbatasan yang ada,segala yang ada disini mungkin hanya sebatas ungkapan emosional & juga pengetahuan..
SELAMAT DATANG DI ODINK_THE_MIRACLE_BLOG

Minggu, 12 Februari 2012

Cara Upgrade Android Foyo ke Gingerbrid

 

Para sobat yang ingin upgrade Hp Galaxy Gio Froyo ke Gingerbrid, berikut saya postingkan caranya yang juga saya ambil dari artikel-artikel di google..

 

Cara Upgrade Galaxy Gio Android Froyo Ke Gingerbread Via odin

gingerbreadKali ini saya akan memberikan tutorial bagaimana upgrade Samsung Galaxy Gio Froyo ke Android Gingerbread via odin. Jika beberapa waktu yang lalu Samsung telah mengumumkan Gingerbread Eropa, kali ini versi Asia dengan Bahasa Indonesia bisa kamu nikmati.
Sebenarnya sejak diumumkannya Gingerbread versi Eropa untuk Samsung Galaxy Gio saya berkeinginan untuk meng-upgrade smartphone ini. Namun, saya masih tetap menunggu Gingerbread wilayah Asia.

Well, untuk meng-upgrade Galaxy Gio, kamu perlu memperisapkan
  1.  Odin Multi Downloader yang bisa kamu download di http://hotfile.com/dl/130426940/1dd21b8/S5660DXKP6.rar.html atau http://www.mediafire.com/download.php?gy12y2m4qbwtcyb
  2. Firmware GB DXXKP6 yang bisa kamu download di http://www.4shared.com/file/rRKLBSc7/Odin_Multi_Downloader_v442.html
  3.  Kemudian ekstrak file yang telah didownload tersebut dengan password samfirmware.com. dan jalankan file Odin Multi Downloader.

Odin upgrade froyo gio ke gingerbread
4. Tekan tombol OPS dan pilih GIO_v1.0.ops  sehingga tulisan (Android) berubah menjadi (GT-S5660).

Upgrade Gio Froyo Ke Android 2.3.4 Asia

Isi OPS upgrade froyo gio ke gingerbread
5. Masukkan file yang didownload tadi secara berutan.
BOOT : APBOOT_S5660DXKP6_CL561540_REV03_user_low_true.tar.md5
PHONE : MODEM_S5660DXKP6_CL561540_REV03.tar.md5
PDA : CODE_S5660DXKP6_CL561540_REV03_user_low_true.tar.md5
CSC : GT-S5660-MULTI-CSC-OLBKP6.tar.md5
EFS dan  One Package kosongkan saja.



file-gingerbread-234
6. Kemudian matikan Galaxy Gio kamu dan hidupkan kembali dengan menekan tombol Volume Down, Home dan Power secara bersamaan sehingga masuk Download Mode sampai muncul tulisan Downloading.
7. Lepaskan memori eksternal kemudian colokkan kabel USB ke Galaxy Gio dan PC sehingga keduanya terhubung. Lihat COM Port di Odin akan muncul warna kuning sebagai tanda bahwa smartphone kamu sudah terhubung dengan PC.
koneksi ke PC upgrade froyo gio ke gingerbread
8. Tekan tombol Start. Tunggu kurang lebih 5 menit sampai terlihat warna biru bertuliskan PASS. Jika kamu melakukannya dengan benar Galaxy Gio kamu sudah menjadi Gingerbread. Selamat mencoba.
upgrade froyo gio ke gingerbread
android gingerbread
Demikian tutorial cara upgrade Galaxy Gio Android Froyo ke Gingerbread Asia via Odin. Semoga bermanfaan bagi kalian semua.

Kamis, 05 Mei 2011

Hal yang tersedih adalah apabila orang yang mendatangi kita pergi berjalan menjauh, dan perasaan kita bertambah sedih seiring banyaknya langkah kaki saat ia meninggalkan kita..

Kamis, 14 April 2011

Curug 7 Cilember




Walau pernah melihat berbagai Air Terjun/Curug, yang beraneka bentuk dan ukuran, tapi saat membaca ada Curug unik - bersusun sampai tujuh buah di :
http://www.pbase.com/archiaston/curug_cilember ,
tentu timbul rasa penasaran - ingin bisa kesana melihatnya.

Apalagi setelah mendapat informasi lisan dari bung Indrawan Chandra, anggota Jalansutra yang pernah mengunjungi curug itu, maka makin semangat jadinya. Bung Chandra memberikan ancar-ancar bahwa lokasinya di Cisarua. Kalau dari arah Cipayung menuju Cibulan, sebelum Wisma TNI AL ada jalan kecil di sebelah kiri - masuk kesana katanya.
Curug itu betul ada tujuh tingkat katanya, tingkat ke tujuh/terbawah mudah dijangkau, tapi curug berikutnya harus dicapai dengan jalan kaki lewat jalan setapak naik bukit sekitar 30 menit - sekian puluh menit itu ukuran anak muda katanya!

Waduh, kalau untuk ukuran se-umuran saya berapa lama nih ?

Beberapa teman yang saya ajak, malah bilang :
Nggak salah nih!, musim hujan angin gini koq naik gunung!, atau Itu namanya sih cari penyakit!, dimana mana kan sedang longsor!.
Yah sudah berangkat sendiri saja dah Minggu pagi 18 Maret 2007, memang liburan panjang gini biasanya macet, tapi karena dalam 3 bulan terakhir saya sempat empat kali ke Puncak, maka jadi kebal juga - saraf sudah tahan banting.


Minggu pagi itu jam 07 kami sudah sampai di traffic-light Ciawi, didepan kami hanya 10 kendaraan menunggu lampu hijau, lalu lintas memang ramai sekali tapi lancar.

Melewati Cipayung dan Mega Mendung, kini terlihat pal kilometer dipinggir jalan menunjukkan 40 kilometer sebelum Cianjur, mulailah saya dan istri melototi mencari petunjuk arah Curug Cilember.

Dikanan jalan terlihat merek besar Hotel Lembah Nyiur, dan tidak jauh dari situ tampak disebelah kiri papan Wisma Loka Wiratama yang terpasang di mulut jalan kecil, ternyata betul itu jalan masuk
ke Curug Cilember.
Belokan itu persis sebelum Hotel Puncak Raya.

Setelah belok kekiri memasuki jalan itu, kini berkendara harus hati-hati, selain jalan agak kecil juga banyak pejalan kaki yang tampaknya juga mengarah ke Curug Cilember yang jaraknya tiga kilometer dari pertigaan jalan tadi.

Terasa lega sekali sudah menemukan jalan yang benar, dan pemandangan kiri kanan jalan kini asyik, terlihat suasana desa dan menyebrangi sungai dangkal berbatu, airnya yang jernih mengalir deras.
Sawah terasering khas pegunungan tampak subur menghijau, dan dibeberapa tempat tampak villa-villa yang cantik.

Setelah parkir kendaraan dan mempersiapkan diri , pakai sepatu kets, ransel berisi air minum dan roti, dan berjalan sedikit menuju gerbang bertuliskan :
"Selamat datang di Wana Wisata Curug Cilember".

Membayar tiket masuk 4500,-/orang dan lewat jalan setapak sepanjang sungai kecil yang dinaungi pepohonan.
Perjalanan santai dan ringan saja karena tidak terlalu menanjak, dan sekitar 15 menit sampailah kami di Curug ke Tujuh.
Dari kejauhan sudah terlihat curug yang cantik itu, tinggi dan lumayan besar karena terbelah dua, dibawah curug tampak banyak pengunjung sedang menikmati pemandangan indah itu.
Lokasi ini banyak dipakai penganten membuat foto pre-wedding.
Tepat menghadap ke air terjun ada beberapa villa besar2, yang disewakan untuk umum dengan biaya 800 ribu/malam.

Tampak papan petunjuk bertuliskan :
Jalur menuju Curug 5-4-3-2, Hindarilah Bahaya Banjir Longsor!
Busyet deh!, belum apa sudah di-takut2in longsor segala nih.

Kami mulai menapaki jalan kecil yang beralaskan batu kali, jalan mendaki belok belok entah mengarah kemana di hutan itu.
Terasa seram juga karena kami hanya berdua, hanya sesekali berpapasan dengan rombongan anak muda.
Sempat beberapa kali nafas hampir putus karena jalan cukup menanjak tinggi, dan rasanya tidak habis2nya.
Akhirnya setelah berjalan 30 menit terlihat aliran sungai kecil, dan tidak jauh tampak air terjun yang ke Lima.

Air terjun yang ke Enam rupanya memang tidak dibuatkan jalan setapak, tidak boleh didatangi, medannya sulit dan berbahaya.

Diseberang sungai tampak banyak tenda dan anak2 muda, kalau kesana kami harus menyebrangi sungai itu, yang tampak cukup mendebarkan karena airnya deras dan licin berbatu.
Untunglah ada seorang anak muda baik hati membantu saya memegangi istri agar bisa menyebrang dengan aman.

Curug ke Lima itu indah sekali, tinggi dan ber-susun2, gemuruh menjatuhkan airnya yang jernih mengalir deras diatas bebatuan.
Pemandangan ke sekeliling juga asri sekali, banyak pepohonan tinggi, sungguh menyegarkan dan kami beristirahat sambil ngobrol2 dengan mereka yang rupanya berkemah sejak kemarin.

Mereka juga menjelaskan bahwa tidak jauh diatas, ada curug ke Empat, hanya medannya cukup berat katanya - jalannya selain menanjak sekali juga banyak batu2 besar.
Kebetulan ada sekelompok pemuda juga mau kesana, maka kami mulai mendaki lagi, ternyata memang jalannya lebih sulit.
Kami berdua tertinggal karena selain memang umur, juga tentu tidak terbiasa naik bebatuan yang besar2 itu.
Disatu tempat istri saya sampai harus "dikerek" untuk bisa naik melewati batu yang lumayan besar dan tinggi.
Sungguh riskan memang, kalau terjatuh sih jidat bisa bocor.

Akhirnya setelah berkutat sekitar lima belas menit, sampailah juga kami di Curug ke Empat itu, dan mendapatkan tepuk tangan dari anak2 muda tadi yang rupanya tidak menyangka kami bisa sampai juga kesitu.

Curug ke Empat tidak terlalu tinggi tapi lumayan besar, terasa agak seram disitu karena berupa hutan lebat/banyak pepohonan, juga karena terasa sudah berada jauh dan tinggi diatas gunung.

Saat itu baju saya sudah basah kuyup, bukan oleh air terjun tapi oleh keringat. Sebenarnya kalau mandi dibawah air terjun akan segar sekali, tapi tidak ada tempat untuk ganti pakaian.

Puas menikmati pemandangan dan suasana, saya berunding dengan istri apakah masih mau meneruskan naik lagi ke curug yang ke Tiga, kemungkinan sudah dekat.
Kalau curug ke Dua sangat jauh, bisa satu jam perjalanan lagi, sedangkan kalau ke curug ke Satu yang terletak paling atas tidak diperbolehkan karena sangat berbahaya.

Tapi sayang cuaca kelihatan mulai mendung, dan awal jalan setapak kesana juga tampak sangguh "mengerikan" - curam sekali dan berantakan.
Kalau sampai ditimpa hujan, entah bagaimana melewatinya, pasti licin sekali, maka kami berdua kembali ke curug ke Lima.

Ternyata jalan setapak untuk naik turun ada dua jalur, karena lembah dimana terletak air terjun ini diapit oleh dinding pegunungan selatan dan utara.
Jadi selain jalur Selatan yang saya lewati sewaktu naik, ada pula jalur Utara, maka untuk kembali bawah/ke Curug Tujuh kami pilih jalur Utara ini.
Untunglah tadi sewaktu naik kami ambil jalur selatan, rupanya jalur utara ini lebih berat medannya karena menanjak berat dan jalannya tidak rata kurang terawat.

Persis kami tiba di dekat warung2 yang menjual makanan dan minuman di kaki bukit, turun hujan lebat !
Wah, sungguh terasa lega dan gembira sudah selamat sampai kembali dibawah dan telah bisa menyaksikan keunikan alam yang begitu cantik dan asri.

Kalo mau liat foto-foto'a  Foto-fotonya ada disini .


Wana Wisata Curug Cilember.
Desa Jogjogan - Cisarua.
Cilember Adventure Camp :
Bpk.Idang - Event Organizer & Out-bound Training.
Telpon: 0251-258890
HP: 0818922615.



  


  


  

 

  


  


Curug ke Tujuh dari Curug Cilember